Kamis, 12 Mei 2016

Teknik Dasar Keyboard

Senin, 19 Juli 2010

Sekilas Pengenalan

Pada dasarnya alat musik Keyboard merupakan pengembangan alat musik Piano yang didesain dengan meningkatan fiture - fiturenya, sedangkan piano lebih ditekankan sebagai alat musik akustik, disini kita akan lebih membahas masalah alat musik keyboard terutama keyboard arranger serta teknik dasar untuk memainkannya, keyboard sendiri biasanya terdiri dari 2 jenis yaitu keyboard yang digunakan untuk mengiringi (arranger) atau yang lebih kita kenal dengan organ tunggal, dan satu lagi yaitu keyboard Synthesizers yang lebih sering digunakan pemain band untuk mengisi suara tambahan seperti suara string.
Keyboard arranger yang digunakan umumnya terdiri dari 5 oktaf , berbagai tipe yang ditawarkan dari berbagai macam merek seperti Yamaha mengeluarkan PSR series, Korg menggeluarkan PA series, Roland menggeluarkan E series , Technics menggeluarkan KN series serta Casio, semua produk tersebut memiliki keunggulan tersendiri, dan kembali lagi kepada kebutuhan user mau memilih type yang mana sesuai dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki


gambar diatas merupakan salah satu contoh tuts keyboard yang terdiri dari 5 oktaf , sedangkan gambar dibawahnya merupakan gambar tangga nada, dengan nada dasar C, yang dimaksud dengan C middle diatas adalah batas jari tangan, untuk 2 oktaf sebelah dikiri dimankan dengan tangan kiri sedangkan untuk 3 oktaf sebelah kanan dimainkan dengan tangan kanan, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa berubah


agar lebih mengingat tutsnya, maka diperlukan banyak latihan secara rutin tiap harinya , agar kita lebih mengenal tuts tersebut dan kita tau nada dasar apa tuts tersebut, nada dasar terdiri dari C D E F G A B C (do - re - mi - fa - so - la - si - do ) atau biasa ada yang menulis 1 2 3 4 5 6 7 8 i (biasa ditulis dibuku-buku lagu guna mempermudah ) , adapun nilai jarak nada seperti contoh dibawah ini :

C -> D jaraknya = 1
D -> E jaraknya = 1
E -> F jaraknya = 1/2
F -> G jaraknya = 1
G -> A jaraknya = 1
A -> B jaraknya = 1
B -> C jaraknya = 1/2


a.Jika nadanya naik 1/2 berarti namanya berubah menjadi # ( kress)
contohnya nada C dinaikkan 1/2 berubah menjadi C # (C kress dibacanya Cis )

b.Jika nadanya diturunkan 1/2 berarti namanya berubah menjadi b (mol)
contohnya B diturunkan 1/2 berubah menjadi Bb ( B mol dibacanya bes )


nada yang naik 1/2 tetapi namanya tidak berubah karena jarak kedua nada tesebut hanya 1/2
contoh :

E# = F , B# = C sebaliknya jika diturunkan Cb = B , Fb = E


TEMPO

Yang dimaksudkan tempo disini berapa lama not itu dimainkan, ketukan itu terdiri dari berbagai macam, contohnya, 4/4 , 3/4 , 2/4 ,

simulasinya sebagai berikut
memainkan musik dengan ketukan 4/4
not penuh
misal kita pencet nada C sambil kita hitung 1 2 3 4 , hitungan ke 4 tangan kita diangkat dari tuts dan masuk hitungan 1 kita tekan lagi tutsnya begitu lagi seterusnya







Marawis

Marawis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Marawis
Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengahdan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari Yaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecekdan [Symbal] yang berdiameter kecil. Lagu-lagu yang berirama gambus ataupadang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu
Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapin, sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.
Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam.

Jumlah Pemain[sunting | sunting sumber]

Musik ini dimainkan oleh minimal sembilan atau sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. namun ada juga wanita. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.

Rabu, 04 Mei 2016

Juragan Empang

Intro :  Dm
           Dm C Dm
           Bb Dm Bb Dm  (2x)

(*)                  
             Dm
Urip sun lagi ketiban lintang
                                     C
Gemerlap cahya sinare terang
           C
Dasar nasib sun lagi kaberan
            F         C              Dm
Di demeni ning juragan empang

Int : Bb Dm Bb Dm

(**)
             Dm
Rasa seneng sun ora kejagan
                                         C
Due demenan macem sampean
             C                              
Uwonge boral bli perhitungan
           F            C                    Dm
Ngupai sewakan bandeng se empang

Music : Dm Gm  F Dm

[Reff:]
                  Dm    F              Dm
Duh kakang kula demen sampean
                    F                     Gm    
Demene kula sampe bleg  blegan
            C                    F
Yen ora teka sanja sedina
            C                         Dm
Kekatonen bae kaya ning mata

Int : Gm C Dm  (2x)

                Dm       F            Dm
Yen bener kakang arep temenan
                             F                       Gm
Nglamar kula nggo pendamping sampean
                C                     F
Ngomonga karo mimi lan mama
              C                         Dm
Lamaran sampean pasti di trima

Kembali ke : (**), Music, Reff, (*), (**)

Selimut Tetangga

[intro] C F  
        Am C Dm G 

Am                 C 
Bersabarlah sayang aku akan pulang 
Dm                     F 
Jangan dengarkan gosip murahan tentang aku 
Am                 C 
Berjanjilah sayang tuk slalu setia 
Dm                 G 
Meskipun ku tak di sampingmu 

    F                   G 
Tak usah menangis meratapi aku 
    F                           G 
Tak perlu kau berfikir ku meninggalkanmu 

[chorus] 
         F                 G 
Mana mungkin selimut tetangga 
             Em               Am 
Hangati tubuhku dalam kedinginan 
               Dm               G           
Malah malam panjang setiap tidurku 
             C Gm 
Selalu kesepian 

         F                 G 
Mana mungkin selimut tetangga 
             Em              Am 
Hangati tubuhku dalam kedinginan 
               Dm               G 
Malah malam panjang setiap tidurku 
             C  E 
Selalu kesepian 

Am                 C 
Berjanjilah sayang tuk slalu setia 
Dm                 G 
Meskipun ku tak di sampingmu 

    F                   G 
Tak usah menangis meratapi aku 
    F                           G 
Tak perlu kau berfikir ku meninggalkanmu 

[solo] Am C Dm G  

    F                   G 
Tak usah menangis meratapi aku 
    F                           G 
Tak perlu kau berfikir ku meninggalkanmu 

[chorus] 
         F                 G 
Mana mungkin selimut tetangga 
             Em               Am 
Hangati tubuhku dalam kedinginan 
               Dm               G           
Malah malam panjang setiap tidurku 
             C Gm 
Selalu kesepian 

         F                 G 
Mana mungkin selimut tetangga 
             Em              Am 
Hangati tubuhku dalam kedinginan 
               Dm               G 
Malah malam panjang setiap tidurku 
             C   
Selalu kesepian 

Am                 C              
Bersabarlah sayang aku akan pulang